Review Film Swing Kids

Review Film Swing Kids

Review Film Swing Kids

Hkk879. – Review film Swing Kids Salah satu member boyband terkenal di Korea Selatan, EXO Do Kyung-Soo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung D.O kembali menghibur di dunia akting dengan membintangi film berjudul Swing Kids. Di awal tahun 2019 ini, Swing Kids hadir dengan memberikan warna baru di dunia perfilman. Film ini memberikan keunikan tersendiri karena diadaptasi dari sebuah drama musikal asal Korea yang ditulis oleh Jang Woo Sung dengan judul “Rho Ki-Soo”. Dengan mengusung genre tari yang dipadukan dengan drama anti perang di masa memanasnya perseteruan antara Korea Selatan dan Korea Utara . Di negara asalnya sendiri film ini dirilis pada tanggal 19 Desember 2018 untuk menyambut natal. Tetapi di bioskop Indonesia dirilis pada 9 Januari 2019. Berikut akan kami ulas review film Swing Kids.

Pembukaan yang menarik sudah disajikan di awal film. Film ini berlatar di sebuah kamp penjara yang berada di kota Geoje dimana kamp ini menjadi repratiasi (pemulangan kembali warga  negara yang dianggap pemberontak ke negara asal) para tentara komunis Korea Utara yang menjadi tawanan tentara Amerika Serikat yang bersekutu dengan Korea Selatan pada tahun 1951. Peperangan yang melibatkan dua negara ini tidak hanya bertarung secara fisik, tetapi juga berperang dalam hal ideologi.  Peperangan ideologi ini menimbulkan segregasi antara dua negara tersebut memanas.

 

Dalam review film Swing Kids, Brigjen Roberts yang diperankan oleh Ross Kettle adalah jenderal Angkatan Darat AS yang ambisius dan juga pemimpin di kamp ini. Dia berinisiatif memberikan pertunjukan hiburan bagi  media yang akan berkunjung di hari natal nanti, demi membersihkan nama program repatriasi yang sering kali dianggap negatif dan juga untuk menciptakan suasana kamp jadi lebih ceria yang bukan hanya sekedar tempat untuk tahanan perang. Brigjen Roberts menyuruh bawahannya yaitu Sersan M. Jackson yang diperankan oleh Jared Grimes yang juga seorang mantan penari tap handal agar para tahanan membentuk kelompok tari yang akan tampil di pertunjukan nanti. Apabila mereka sukses memberikan pertunjukan yang luar biasa mereka akan dijanjikan untuk keliling banyak negara.

Jackson pun mengadakan audisi untuk seluruh penghuni camp. Setelah mengadakan audisi akhirnya tepilihlah seorang tahanan Korea Utara yaitu Rho Ki-Soo yang menyukai tarian, Yang Pan Rae yang diperankan oleh Park Hye- So seorang penerjemah perempuan yang ingin mendapatkan uang yang berasal dari sebuah desa di Pulau Geoje, Kang Byung-Sam yang diperankan oleh Oh Jeong-Se seorang tawanan yang berharap dapat menemukan istrinya jika bergabung dalam grup tari, dan seorang pria Tiongkok yang bertubuh tambun Xiao Fang yang diperankan oleh Kim Min-Ho yang ingin menari agar bisa kurus juga berhasil menarik perhatian Jackson. Dengan alasan berbeda-beda ini akhirnya terbentuklah grup tari tap ini.

Dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda-beda ternyata bukan hal yang mudah untuk menyatukan grup tari ini. Perdebatan-perdebatan kecil pun sering muncul diantara mereka. Awalnya sersan Jackson di dalam review film ini meragukan apakah orang Asia dapat menari dengan baik. Ki-Soo sendiri meski bergabung dengan grup, dia harus sembunyi-sembunyi dari kompatriotnya. Disaat Ki-soo sedang giat berlatih dan hari natal yang semakin dekat, dia dikejutkan dengan kedatangan kakaknya, Rho Ki-Jin. Kehadiran kakaknya membuat semangat para tawanan Korea Utara dalam rencana melawan tentara AS secara gerilya. Rencana ini pun digencarkan secara rahasia. Mau tidak mau Ki-Soo harus ikut terlibat di dalamnya.

Film yang berdurasi 133 menit ini merupakan film Poker Online yang cukup ringan untuk dinikmati. Tap dance yang memang adalah hal utama yang akan ditonjolkan di sepanjang film. Para pemain mempu membuat penonton terpukau dengan kelihaian menari mereka. Terlebih lagi sang tokoh utama yang diperankan oleh Do Kyung Soo, yang mampu membuat penonton terpukau dengan aksi tap dancing yang dilakukannya disepanjang film. Kyung Soo yang terkenal sebagai idol K-pop mampu keluar dari zona nyamannya yang memang seorang idol dengan tarian modern dan berganti dengan gerakan tap dancing. Setiap gerakannya nyaris sempurna. Sehingga membuat penonton seperti menyaksikan drama musikal.

Dua poin terbaik dalam review film ini adalah tarian dan musik. Kang Hyeong-Cheol, sang sutradara mampu membuat koreografi tap dance yang gayanya monoton dikreasikan dengan atraktif dan baik. Pilihan lagu yang baik pun membuat mood penonton ikut mengetukan kakinya mengikuti irama. Sinematografi sangat baik karya Kim Ji-yong yang mampu menangkap gerakan demi gerakan tari yang seringkali berdurasi panjang.

Sisi gelap suasana pasca perang dan keceriaan tari dalam film ini berpadu dengan seimbang. Terdapat banyak pesan anti perang yang disampaikan secara lugas, seperti penggambaran hal negatif akibat perang, perbedaan ideologis pemicu perang, dan lain sebagainya.

Nah, sekian review film Swing Kids. Bagi kalian yang menyukai film dengan genre drama musikal, film ini wajib kalian tonton. Terlebih untuk EXO-L.