Review Film Yowis Ben 2

Review Film Yowis Ben 2

Hkk879 – Film Yowis Ben 2 telah meramaikan industri perfilman Indonesia pada tanggal 14 Maret 2019 yang lalu. Mengapa film ini kembali dibuat karena film Yowis Ben (2018) disambut baik oleh publik dan mendapatkan sambutan yang cukup hangat termasuk dikalangan anak muda indonesia. Perjalanan hidup anak-anak band kelahiran kota malang yang dihadapkan dengan wajah anak-anak Jawa kembali mengisi serangkaian film ini. Kisah ini dimulai setahun setelah film pertama, di mana anak-anak Yowis Ben sudah bersiap untuk menyelesaikan masa sekolahnya. Mereka bersama melakukan perjalanan melalui bebrapa tantangan hidup yang mendewasakan. Bayu mengalami putus cinta dengan Susan dan harus menghadapi kenaikan harga kontrak rumah yang mengancam keluarganya harus terusir.

Sayangnya, masing-masing dari grup band ini juga mengalami hal yang serupa dan mereka juga menghadapi masalahnya. Yayan memutuskan untuk menikah, otomatis harus mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya. Nando ditimpa masalah, karena keluarganya mengalami krisis sejak ayahnya memutuskan menikah kembali. Lalu, Doni yang memiliki ambisi mencari seorang pasangan hidup. Apakah mereka berhasil menyelesaikan masalahnya masing-masing dan apakah akan tetap bergabung satu sama lain? Jika Anda penasaran simak review film Yowis Ben 2 ini sampai selesai untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya seepenggal cerita-cerita yang ada dalam film ini. Kami telah mengulasnya dibawah ini, semoga bisa bermanfaat untuk Anda.

Review film Yowis Ben 2

Cameo lebih sering muncul daripada pemain utama

Anda dapat melihat salah potongan dalam film ini atau sudah melihat sepenuhnya. Ya, itu cameo  yang mendapatkan peran dalam film Yowis Ben 2 datang. Karena terlalu banyak cameo yang lebih dari pemain utamanya. Bahkan ini membuat beberapa pemain utama tenggelam dengan kehadiran cameo didalamnya. Meskipun dalam alur ceritanya telah dikembangkan, kekuatan karakter utama dalam film ini menjadi lemah. Bagian dari masing-masing pemain utama tidak menonjolkan karakternya. Seperti Bayu, awal dari permulaan lebih menonjol daripada teman-temannya, meskipun keempat anggota Yowis Ben memiliki bagian yang hebat, kisahnya menjadi jelas. Bersamaan dengan para pemeran dalam film pertama, film ini juga diramaikan oleh kedatangan Laura Theux, Anya Geraldine, Anggika Bolsterli, Devina Aureel, dan Timo Scheunemann. Cameo lainnya yaitu terdiri dari beberapa artis YouTuber, komika, Preman Pensiun, Tukang Ojek Pengkolan, Ridwan Kamil, dan Gibran Rakabuming.

Review Film Yowis Ben 2

Beberapa masalah muncul

Pada saat sinopsis, film Yowis Ben 2 memiliki cerita yang lebih kompleks daripada film pertama. Bahkan, dapat dikatakan film ini jauh lebih kesudut pandang dewasa. Konflik untuk setiap anggota band diindikasikan bahwa ada lebih banyak kebisingan. Tidak hanya itu, para pemain pendukung juga memiliki masalah dalam film ini. Hal yang baik adalah meskipun masalah Doni (Joshua Suherman) ingin memiliki seorang pacar namun publik bisa merasa dekat. Ini masih satu misi dengan Bagus Bramanti, penulis dari naskah cerita film ini yang berharap audien setia benar-benar terbawa suasana dalam film Yowis ben 2. Dua bahasa daerah ditandai sebagai salah satu kelebihan dalam film ini. Candaan khas dengan bahsa daerah dan ekspresinya konsisten di setiap momennya. Suasana Malang dan Bandung membuat publik tertarik untuk mengunjungi dua kota wisata tersebut. Dalam pembuatan film ini, Fajar Nugros dan Bayu sebagai sutradara film Yowis Ben 2 masih berkolaborasi dan memiliki warna tersendiri. Namun demikian, ada beberapa konflik yang ada dalam keputusan sulit, karena mereka dihapdakan masalah durasi waktu. Kami pastikan film yang dibuat oleh Chand Parwez Servia, memang bisa dikatakan tidak sebagus film pertama, namun tidak seburuk film drama keluarga lainnya.

Kesederhanaan kuat

Kekuatan utama dalam film Yowi Ben 2 adalah kesederhanaannya, menurut apa yang dilihat dalam film ini. Meskipun begitu sederhana seperti semangat regional, film ini bukanlah film yang bertele-tele. Terutama sesuai dengan kisah persahabatan dan keluarga serta komedi yang lebih jujur. Yowi Ben 2 lagi-lagi merupakan sebuah hasil karya film untuk semua orang yang regionalisme tidak menyampingkan asal daerah seseorang. Apalagi dengan perkembangan zaman, generasi muda tidak selalu siap menggunakan bahasa daerah. Sebuah bahasa daerah jika diabaikan maka akan dilupakan oleh generasi. Mengambil dari data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, bahwa setiap tahunnya ada bahasa daerah yang terancam punah dimakan waktu.

Tampilan visual dan audionya jernih

Sesuai dengan film pertama, warnanya jelas dan tidak kurang. Para anggota yang bekerja menggarap film ini jelas bangga, karena menunjukkan visual gambar jernih dan audo terbaik dari seluruh kisahnya. Ananta Harshawardhana sebagai sutradara penata artistik, Goenrock sebagai stylist kamera, Wawan I Wibowo sebagai editor gambar, P’Nu sebagai stylist warna. Musiknya tidak terlalu kencang. Berkat tangan para kru yang membuat suara dalam film ini terdengar harmonis. Momen yang sesuai berkat tangan Khikmawan Santosa dan Syamsurrijal sebagai penyeting suara, Hasanudin Bugo sebagai perekam suara, dan Andhika Triyadi sebagai penyeting musik.


Related Posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *