Review Film The Curse of The Weeping Woman 2019

Review Film The Curse of The Weeping Woman 2019

Review Film The Curse of The Weeping Woman 2019

Hkk879. – The Curse of a Weeping Woman mengubah mitos Amerika Latin legendaris dan ini jadi hidup yang menakutkan pada film horor yang di buat oleh New Line Cinema dengan sang direktor James Wan. Film ini juga menandai debut sutradara Michael Chávez, sutradara perintis film pendek The Maiden (2016). Difilmkan di Los Angeles pada tahun 1973, film ini bercerita tentang Anna Tate-Garcia (Linda Cardellini), seorang pekerja sosial dan seorang janda yang kesepian berjuang untuk menyeimbangkan perannya sebagai orang tua dalam merawat anak dan telah kehilangan suaminya. Sebagai seorang wanita yang skeptis terhadap pertanyaan supernatural, Anna menghadapi banyak contoh imitasi hantu dan mitos dalam pekerjaannya. Wanita ini biasanya temukan kasus pidana yang selalu penuh dengan misteri. Ketika Anna dipanggil untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan pelecehan anak, dia dalam kesulitan. Bagaimana dia menghindari bencana tersebut dalam hidupnya? Anda akan temukan dalam film The Curse of The Weeping Woman 2019.

Review Film The Curse of a Weeping Woman 2019

  • Presentasi cerita yang lemah

Di awal film, penonton disuguhi adegan menegangkan dengan latar belakang “The Weeping Woman atau La Llorona”. Meskipun identitasnya akan terungkap di bagian 3/4 dari film ini. Dibuka dari pemandangan padang rumput di Meksiko 1673 dan menunjukkan keluarga yang bahagia. Urutan beralih ke pemadaman listrik, salah satu anak dari keluarga sedang mencari ibunya. Sekuel berikutnya mengundang publik ke Los Angeles pada tahun 1973, yang menjadi inti cerita. Sutradara memperkenalkan kepada penonton tentang kehidupan keluarga Anna Garcia, dari pekerjaan sehari-hari hingga kehidupan bersama anak-anak. Anna dianggap pecandu kerja yang sedih karena kematian suaminya. Keluarga Garcia akhirnya memberikan rasa integritas keluarga kepada para penonton dalam film ini.

Kutukan seorang wanita yang menangis menciptakan ketakutan akan audiensi dari kasus yang sedang dipertimbangkan oleh Anna. Emosi penonton sedikit tertipu oleh ketakutan dari sosok hantu dan orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan. Kami melihat sesuatu yang serupa di film The Conjuring (2016). Kombinasi keduanya berhasil karena sutradara ingin menunjukkan bagaimana perjuangan keluarga menghadapi teror tegang yang mereka hadapi.

Karena alur cerita film ini diambil dari legenda urban masyarakat Meksiko, para tokoh dari wilayah tersebut juga berpartisipasi dalam kutukan seorang wanita yang menangis untuk memperkuat kisah ini. Meskipun tjuannya untuk membuat takut penonton, kisah tentang asal usul La Llorona tidak cukup. Padahal film inijuga harus bisa menyajikan kisah legenda urban dengan stabilitas lebih besar. Meskipun demikian, film ini entah bagaimana terkait dengan Annabelle (2014). Sangat unik dan menarik untuk menyaksikan langsung film The Curse of The Weeping Woman 2019.

  • Karakter pemain mewakili cerita menarik

Linda Cardellini dalam peran Anna-Tate Garcia mampu memainkan peran sebagai orang tua tunggal yang peduli dengan rutinitas dan menunjukkan kepribadiannya sebagai wanita yang skeptis terhadap okultisme. Peristiwa hebat yang ia alami dalam film ini selamanya mengubah keyakinannya. Film ini juga menampilkan sosok paranormal Raphael Olvera, yang diperankan oleh Raymond Cruz. Karakter ini sangat menarik karena dapat mengangkat mitos La Lorona untuk menjadi lebih hidup, terutama dengan menghadirkan beberapa ritual dan jimat yang menjadi kepercayaan masyarakat Meksiko.

Sosok Patricia Alvarez ditampilkan oleh Patricia Velasquez, berhasil membuat penonton menggigil karena kepribadiannya yang terkutuk dan menyeramkan. Tragedi yang dialami Alvarez sebenarnya membawanya lebih dalam ke plot film ini. Karakter La Llorona yang dilakukan oleh Marisol Ramirez begitu menyeramkan di awal penampilannya. Pada pemeriksaan lebih dekat, wajah La Lorona terlihat seperti Valak. Peran Ramirez kurang terlihat karena perannya menakuti penonton lebih daripada presentasi dialog tentang asal karakter pemain tersebut.

  • Visual dan terdengar sangat menarik

Seperti karya James Van pada umumnya, film ini memiliki banyak lompatan yang dihadirkan kepada penonton. Permainan ini begitu rapi secara visual, misalnya ketika film ini menciptakan adegan menakutkan di lorong dan suasana setelah makan malam yang sangat menyeramkan. Joseph Bishara berhasil menciptakan musik yang kelam dan cukup menyeramkan bagi penonton. Komposer ini benar-benar dikenal karena karyanya dalam film-film horor. Melalui Bishara, urutan yang disajikan kepada penonton mengejutkan dan mampu memainkan emosi sangatkuat.

Jika Anda menyukai film horor, Anda dapat mengundang teman untuk menonton ini bersama dan fil The Curse of The Weeping Woman 2019 telah tayang kemarin pada tanggal 17 April 2019 di bioskop. Pastikan Anda tidak mengundang saudari atau keponakan yang belum berusia 17 tahun, karena ada banyak adegan yang terlalu menyeramkan bagi anak-anak. Anda juga wajib untuk menjadi penonton yang cerdas dan tidak bermain togel wla saat menonton film The Curse of The Weeping Woman 2019 ini. Terima kasih telah berkunjung di sini, semoga info kami bermanfaat untuk Anda.

 


Related Posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *