Review Film Miracle In Cell No. 7

Review Film Miracle In Cell No. 7

Review Film Miracle In Cell No. 7

HKK879. – Review Film Miracle In Cell No. 7 Sekarang pasti sudah tidak asing lagi mendengar kata Korea.  Mengingat negara itu telah mengalami perkembangan pesat, khususnya dalam dunia musik dan perfiliman. Istilahnya siapa yang tidak tahu negara ini, negara yang terkenal dengan oppa-oppa keren.

Di Korea Selatan ada banyak sekali grub band dan artis yang namanya sudah mendunia. Berikut artikel ini akan membahas tentang review film Miracle In Cell No. 7. Film korea paling menyentuh hati dan perasaan.

Film Miracle In Cell No. 7 merupakan film korea tersedih sepanjang masa. Banyak orang menangis saat menonton termasuk saya. Pada film ini isinya menceritakan rasa cinta seorang ayah kepada sang anak, begitu juga sebaliknya. Yang membuat haru karena ayahnya menderita keterbelakangan mental yang diperankan oleh Ryoo Seung-Ryong (sebagai Lee Yong Goo). Bapaknya memiliki seorang putri kecil bernama Ye Sung yang diperankan oleh Kal So-won (Ye Sung kecil) dan Park Shin Hye (Ye Sung dewasa) berdasarkan dari review filmnya.

Berdasarkan review film Mirecle In Cell No. 7, Ye Sung selalu membantu ayahnya dari membayar tagihan listrik hingga bayaran sekolah. Ye Sung melalukannya karena keterbatasan keadaan ayahnya tersebut. Namun meskipun begitu tak mengurangi rasa cinta Ye Sung kepada ayahnya yang begitu besar.

Review film ini menceritakan bahwa Ye Sung memiliki suatu keinginan sederhana yaitu ingin mempunyai tas kuning bergambar Sailor Moon. Di dalam film tersebut Ye Sung dan ayahnya selalu melewati toko tas tersebut dan mengintip dari kaca sambil berandai-andai dapat segera memiliki tas Sailor Moon itu. Tetapi sang ayah belum memiliki uang cukup untuk membelinya.

Hingga pada suatu hari, ketika sang ayah sudah menerima gaji dari pekerjaannya sebagai tukang parkir, sang ayah pun mengajak anaknya untuk pergi ke toko tersebut untuk membelinya. Dalam review film ini harus menyiapkan stok tisu banyak.

Ketika akan membeli tas tersebut ternyata tas satu-satunya sudah di tangan pembeli lain. Pembeli itu ialah anak dari seorang komisaris polisi. Kemudian Lee Yong Goo meminta anak tersebut untuk menjualnya kepada Ye Sung. Namun, anak tersebut enggan memberikannya. Beberapa hari kemudian, anak komisaris polisi itu menemui Lee Yong Goo untuk memberitahu bahwa ada toko yang juga menjual tas serupa. Review film ini cukup meremas perasaan.

Berdasarkan review film Lee Yong Goo pun mengikuti anak komisaris polisi itu, tetapi saat di jalan anak tersebut terjatuh hingga anak itu meninggal dunia. Di sinilah Lee Yong Goo terjebak  sebuah kasus yang menuduhnya melakukan tindak penculikan, kekerasan seksual, hingga pembunuhan.

Menurut review film tersebut di sinilah puncak permasalahan dari film ini. Di mana Ye Sung berpisah dengan ayahnya–Lee Yong Goo, sebab Lee Yong Go harus masuk penjara atas tuduhan kasus tersebut. Sementara  Ye Sung dikirim ke sebuah lembaga pengasuhan. Lee Yong Goo dimasukkan ke sel penjara no. 7, yaitu sel yang memiliki tingkat keamanan paling tinggi.

Lee Yong Goo mengalami penyiksaan di dalam sel itu, berdasarkan review film ini semua penghuni sel no. 7 itu mengetahui jika penyebab Lee Yong Goo masuk penjara dikarenakan tindak kekerasaan seksual terhadap anak di bawah umur yang dianggap sebagai tindak kejahatan fatal. Tidak hanya itu, Lee. Yong Goo pun juga mendapat perlakuan tidak baik dari sipir penjara itu.

Berdasarkan review film ini beberapa insiden membuktikan bahwa Lee Yong Goo adalah seseorang yang baik dan tidak jahat. Setelah melihat fakta yang ada narapidana dan sipir mulai bersimpati kepadanya. Apalagi setelah hasil perbuataan baik Lee Yong Goo penghuni sel no. 7 itu pun ingin mengabulkan permintaan Lee Yong Goo yang ingin bertemu dengan Ye Sun, anaknya.

Kemudian para penghuni sel no. 7 itu membawa Yae Sung secara diam-diam masuk ke dalam sel. Proses datangnya Ye Sung ke dalam sel pun sangat menegangkan sekaligus menyenangkan. Bagaimana tidak? Apalagi ketika melihag Lee Yong Goo memeluk anaknya hingga makan bersama Ye Sung di dalam sel itu. Review film ini banyak yang menitikkan air mata.

Review film ini menerangkan bahwa para narapidana di dalam sel itu ternyata berupaya untuk membantu Lee Yong Goo untuk membuktikan bahwa ia tak besalah di persidangan. Mereka pun berusaha berlatih terus menerus agar Lee Yong Goo bisa terbebas dari jerat tuduhan yang tidak dilakukannya. Hingga tibalah saat yang dinantikan yaitu hari H persidangan dimulai. Hari ketika semua orang menunggu kebebasan Lee Yong Goo yang tidak bersalah.

Itulah review film Miracle In Cell No. 7 yang sukses membuat banyak orang menangis. Film ini sangat mengharukan dan menguras air mata  serta menyenangkan karena banyak scene lucu di dalamnya.


Related Posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *