Review Film Anak Ralph the Internet

Review Film Anak Ralph the Internet

Review Film Anak Ralph the Internet!

Hkk879 Walt Disney Studios Motion Pictures kembali menghadirkan film anak baru. Mungkin Anda sudah tahu atau merencanakan untuk mengajak si kecil menontonnya ya, Bun? Namun, sebelum membeli tiket, ada baiknya Bunda baca dulu review film anak Ralph the Internet dari saya ini sebagai referensi. Review ini khusus saya tulis melalui kacamata orang tua untuk membantu Anda memilih dan mendampingi anak saat menikmati tontonan bersama. Ralph the Internet merupakan lanjutan dari film yang sebelumnya telah beredar pada 2012 lalu. Kali ini, Ralph yang suaranya diisi oleh John C. Reilly dan Vanellope (Sarah Silverman) melakukan perjalanan ke internet melalui wifi baru.

Kemungkinan petualangan tak terbatas yang mereka temukan di dunia maya segera memberikan keduanya kesenangan tanpa henti. Namun tak lama setelah petualangan mereka berjalan, masalah datang dan membuat Vanellope serta semua teman-temannya kehilangan tempat tinggal. Ralph dan Vanellope menelurkan rencana untuk online dan mencari pengontrol pengganti karena merasa bertanggungjawab atas teman-temannya. Namun begitu mereka online, masalah lain hadir. Ralph dan Vanellope terus berusaha menyelesaikan masalah demi masalah dengan berbagai cara yang mereka bisa, termasuk dengan mencoba memenangkan hadiah dan membuat video viral. Lalu, berhasilkah mereka?

Di luar jalan cerita yang menarik, film ini juga mengangkat fakta bagaimana internet begitu ajaib, mengejutkan, menakjubkan tapi juga bisa menjadi mengerikan. Review film ini bisa memberikan Anda gambaran bahwa anak bisa melihat bagaimana internet mampu membawa mereka ke begitu banyak hal tak terduga yang menarik tapi juga bisa jadi berbahaya atau menyakitinya secara perkembangan sosial.

Contohnya tentang bagaimana sebuah video menjadi viral dan ditonton banyak orang atau masalah komentar-komentar di media sosial yang bisa jadi jahat dan liar tak tahu aturan. Atau bagaimana cara mengetahui pada satu adegan Vanellope dan Ralph memasuki Slaughter Race, sebuah game balap multiplayer online yang berbahaya dan mengerikan.
Review Film Anak Ralph the Internet
Review film ini tak berhenti sampai sana. Dari film ini, Anda juga harus bersiap-siap untuk menghadapi beberapa lelucon yang kaitannya erat dengan fenomena internet seperti lelucon tentang iklan pop-up, clickbait, dan belanja online. Dengan kisah seperti itu, film garapan Disney ini mudah diikuti oleh anak-anak yang lebih besar dan sudah terbiasa dengan internet sehari-hari. Namun untuk anak yang masih kecil dan tidak terbiasa dengan internet, kemungkinan akan sulit mengerti dan butuh penjelasan Anda mengenai beberapa hal.

Yang menarik perhatian untuk saya review film dengan durasi 116 menit berlabel semua umur ini, muncul banyak tokoh Disney yang lain. Alisah, Vanellope sempat menyusup ke situs sosial Disney demi mengejar video viral yang dibuat Ralph agar tetap bertahan di dunia online. Inilah yang membawa Vanellope bertemu dengan semua putri Disney, termasuk Pocahontas, Merida, Mulan, Tiana, dan Jasmine yang biasanya kurang dapat sorotan penonton.

Soal putri-putri Disney ini, saya paling suka dengan adegan di mana Rapunzel bertanya padanya, “Apa orang akan menganggap semua masalah bisa terpecahkan dan terselesaikan hanya karena seorang pria yang besar dan kuat muncul?” Para putri sengaja dihadirkan di film ini untuk menunjukkan bagaimana perempuan handal menyelesaikan masalah dan dapat menjadi pahlawan bukan hanya laki-laki! Ini bisa Anda jadikan kesempatan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan membentuk anak-anak perempuan Anda. Atau, mengajarkan pada anak laki-laki untuk tidak memandang sebelah mata wanita. Keren bukan?

Setelah membaca sedikit review film ini, jangan lupa untuk mengajak anak nonton. Kemudian ajaklah anak Anda ngobrol. Ada banyak yang bisa Anda obrolkan dengan anak setelah menontonnya, seperti bagaimana kesan anak Anda setelah menontonnya. Atau mintalah  kembali untuk menceritakan apa yang telah ditontonnya.

Manfaatkan film ini sebagai pembuka diskusi tentang bagaimana seharusnya anak menggunakan internet yang aman dan bijak. Misalnya saja mintalah anak berpendapat tentang ruginya mengejar “like“, bagaimana menghadapi penawaran-penawaran dalam game online yang bisa mengeruk uang kita jika terus dilakukan, hingga hal-hal apa saja dari yang dicontohkan di film ini yang berbahaya dan dapat ditemui anak saat menggunakan internet tanpa pengawasan. Anda juga bisa menanyakan pada anak, dan mintalah jawaban menurut mereka pribadi. Contoh pertanyaan yang bisa Anda ajukan:: “Menurutmu sebaiknya komentar-komentar di media sosial itu diapakan? Kalau ada komentar jahat, haruskah dibalas? Lalu balasnya gimana?”

Atau tanyakan opini merek mengenai makna persahabatan. Apakah teman sejati harus melakukan segalanya bersama-sama untuk membuktikan hubungan persahabatan mereka? Apa kekuatan maupun kelemahan Ralph dan Vanellope yang mereka tonton sebagai teman?

Dengarkan pendapat-pendapat yang anak Anda kemukakan dengan saksama. Kemudian cobalah memberi respon dan pengertian tanpa menghakimi jawabannya. Bila ada pemahaman anak yang kurang tepat, Anda tetap perlu meluruskannya ya, Bun. Sampaikanlah dengan sederhana, mudah dimengerti, dan beri contoh nyata dari lingkungan sekitarnya sendiri agar anak lebih mudah memahami. Seperti mengambil contoh dari review film anak Ralph the Internet ini.


Related Posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *