Review Film Generasi Micin, Salah Satu Film Milenial Paling Seru

Review Film Generasi Micin, Salah Satu Film Milenial Paling Seru

Hkk879 Dunia perfilman Indonesia saat ini selalu menghadirkan berbagai macam film yang menarik perhatian penontonnya. Seperti film generasi micin ini. Dengan mengusung genre drama, komedi membuat film ini sangat dinikmati penonton apalagi komedinya yang lucu dan selalu membuat ketawa. Jika Anda ingin menonton film ini, ada baiknya Anda membaca review dari filmnya tersebut.

Review film generasi micin, salah satu film milenial paling seru!

Review film generasi micin ini akam membahas segalanya tentang film tersebut. Termasuk dalam segi cerita. Seperti yang diketahui bahwa kebanyakan orang sangat menyukai film yang anti mainstream. Jika Anda termasuk kubu tersebut, maka Anda wajib untuk menonton film ini.

Film generasi micin menceritakan tentang kegelisahan remaja yang menghadapi kehidupannya dalam keluarga, sekolah, persahabatan dan cinta. Film ini berhasil mengangkat tema yang tidak biasa. Ia berani mengangkat tema yang menceritakan kehidupan sesuai realita. Sehingga, film ini tidak takut untuk bicara judul tentang permasalahan remaja masa kini, yaitu generasi micin.

Dalam review film ini, kita dapat mengetahui bahwa generasi micin ternyata tidak senegatif apa yang dipikirkan generasi sebelumnya. Masih ada para generasi micin yang kreatif dan mampu melakukan sesuatu hal yang sangat menarik. Itulah sebabnya Fajar Nugros, sutradara asal Yogyakarta tersebut menjadikan film ini sebagai alat propaganda yang asyik dan menyenangkan.

Dengan balutan komedi yang blak-blakan, drama keluarga yang mendalam serta romansa anak muda yang begitu kental membuat film ini tampak luar biasa. Namun sayangnya, disini masih terlihat adanya plot hole yang membuat Anda seakan aneh saat menontonnya. Apalagi jika Anda sudah membaca novelnya, Anda pasti akan langsung menyadari hal itu. Meskipun begitu, plot hole yang terjadi dalam cerita sama sekali tak mengganggu jalan cerita yang lainnya.

Review film selanjutnya dilihat dari alur cerita film itu sendiri. Dalam alur cerita ini, disampaikan lebih banyak soal keberagamannya. Film ini lebih menceritakan atau menjawab soal anggapan masyarakat dibandingkan dengan menyelesaikan konflik pemeran utamanya. Jadi, sekali lagi telah dibuktikan bahwa film ini ingin mengatakan bahwa generasi micin tidak seburuk yang kalian pikirkan.

Review Film Generasi Micin, Salah Satu Film Milenial Paling Seru

Film generasi micin ini mengangkat para bintang-bintang muda yang beragam. Seperti pemeran utamanya sendiri, yaitu Kevin Anggara. Dalam film ini, Kevin berhasil memerankan karakternya sendiri. Sehingga film lebih terasa feelingnya dan sangat bagus untuk ditonton. Selain itu, kehadiran para aktor dan aktris lainnya juga membuat film ini tampak lebih bersuasana.

Review film selanjutnya dilihat dari visualnya yang diciptakan ala komik digital. Hal tersebut tentu sangat unik dan membuat film ini berbeda dengan film remaja yang lainnya. Efek visual ala komik tersebut tentunya dilakukan oleh seorang profesional bernama Faza Meonk. Disini ia menduduki sebagai co-director serta penulis skenario yang sangat tepat. Seperti yang kita ketahui, Faza Meonk merupakan seorang kreator komik berjudul Si Juki. Visual komik yang ada dalam film ini memberikan kesan menyenangkan serta menggambarkan bahwa generasi micin memiliki kehidupan yang berwarna serta tidak memiliki beban.

Dari film ini, kita bisa menyimpulkan bahwa ke depannya dalam dunia perfilman akan banyak para kreator komik digital yang dilibatkan dalam pembuatan film layar lebar. Hal tersebut harus diakui karena mereka mampu menciptakan sebuah gaya cerita yang unik dan menyenangkan. Selain itu, masyarakat juga sangat menikmati film dengan metode seperti ini. Karena mereka beranggapan bahwa film yang melakukan metode tersebut terlihat tidak pernah kuno.

Review film selanjutnya adalah tentang efek suaranya yang terbantu dengan soundtrack film tersebut. Disini, Anda hanya akan menemukan tiga soundtrack yang hadir dalam film ini. Dan menariknya, Andhika Triyadi yang bertugas sebagai penata musik berhasil menyelipkan ketiga lagu tersebut dalam suasana atau momen yang pas.

Seperti lagu goyang dua jari yang ditampilkan di awal cerita sebagai pembukaan yang menyenangkan. Selanjutnya lagu if only yang jadi klimaks dari semua adegan. Serta ada lagu Delon yang berjudul karena cinta sebagai penutup yang memberikan suasana nostalgia untuk para generasi milenials.

Review film selanjutnya dilihat dari kisahnya yang kuat. Bahkan sang sutradara sendiri terlihat sangat mendalami kegelisahan anak zaman sekarang serta berbagai kemungkinan yang terjadi jika bergesekan dengan zaman sebelumnya. Oleh karena itu, akhirnya sang sutradara berhasil membuat film ini sebagai hiburan sekaligus acuan bagi para generasi Z. Dia mengungkapkan bahwa para generasi Indonesia harus berani menjalani kehidupannya, berani bertanggung jawab ketika salah dan berani memiliki cita-cita yang tinggi.

Itulah review film generasi micin yang perlu Anda ketahui. Agar Anda mampu melihat sendiri bagaimana keseruannya, Anda bisa menonton sendiri film generasi micin tersebut bersama keluarga, teman, atau pasangan sekalipun. Dengan begitu Anda akan mengetahui sendiri seperti apa alur yang disajikan oleh film generasi micin. Selamat menonton.


Review 5 Film Keluarga Terbaik Yang Siap Buat Anda Terpana

Review 5 Film Keluarga Terbaik Yang Siap Buat Anda Terpana

Review 5 Film Keluarga Terbaik Yang Siap Buat Anda Terpana

Hkk879. – Menonton Film lebih baik jika bersama keluarga Anda. Menyaksikan suanansa ini akan terasa terutama dengan orang-orang yang paling dekat dengan kita. Namun, Anda juga perlu tahu genre film apa yang bisa ditonton anak-anak dan orang dewasa. Karenanya, banyak yang mencari film keluarga terbaik atau rekomendasi film keluarga terbaik. Film keluarga adalah genre film yang diperuntukkan bagi anak-anak atau terkait dengan konteks rumah dan keluarga. Film ini juga ditujukan untuk masyarakat umum. Film keluarga juga lebih sering diintegrasikan ke dalam genre lain, seperti musikal, drama, petualangan, bahkan komedi. Dengan ini kami akan review 5 film keluarga terbaik yang siap buat Anda terpana di rumah bersama orang yang Anda cintai.

Review 5 film keluarga terbaik yang siap buat Anda terpana

  1. Hachi: A Dog’s Tale (2009)

Pernahkah Anda mendengar tentang kesetiaan anjing kepada pemiliknya? Anda pasti akan mengatakan bahwa itu adalah Hachiko. Hachi: A Dog’s Tale adalah remake dari Hachiko Monogatari, yang dirilis pada 2009. Film ini didasarkan pada kisah Akita Inu sejati, disutradarai oleh Lasse Hallstrom, dengan naskah yang dibuat oleh Stephen P. Lindsey dan Kaneto Sindo. Anak sekolah itu berbicara tentang pahlawannya yaitu Hachiko, anjing kakeknya. Dalam retrospeksi, anak anjing di biara Jepang dikemas dan dikirim ke Amerika Serikat.

Label pada kotak robek, dan ketika anak anjing meninggalkan kotak di stasiun kereta api di kota kecil Rhode Island, Parker Wilson, seorang profesor musik di Providence, membawa pulang anjing itu. Istrinya tidak senang dengan ini, tetapi karena tidak menemukan pemiliknya, ia membiarkan anjing itu tinggal. Seorang teman Jepang membaca label dengan nama anjing Hachiko atau Delapan, nomor keberuntungan. Parker tidak ingin anjing itu pergi, tetapi temannya menjelaskan bahwa anjing itu akan memiliki kesetiaan yang berbeda. Hingga tragedi itu telah menguji kesetiaannya.

  1. A Christmas Story (1983)

Natal akan datang, dan Ralfi yang berusia 9 tahun hanya menginginkan satu hal: Red Ryder Range 200 Shot BB rifles. Ketika dia menyebutkan ini di meja makan, reaksi ibunya langsung mengalihkan pandangannya. Kemudian dia memilih tema yang sempurna untuk gurunya, tetapi reaksinya tetap sama. Dia berfantasi tentang bagaimana menjadi penunggang merah dan menangkap orang jahat. Ketika hari yang hebat datang, dia menerima banyak hadiah di bawah pohon, termasuk hadiah yang luar biasa dari bibinya, yang juga mencintai ibunya. Tapi bagaimana dengan senjata BB? Ikuti kelanjtan ceritanya dengan menonton film ini.

  1. Mary Poppins (1964)

Film keluarga terbaik biasanya termasuk unsur anak-anak. Mary Poppins adalah film musik fantasi yang dipimpin oleh Robert Stevenson dan diangkat dari serangkaian buku dengan judul yang sama. Julie Andres membuat debut filmnya dalam peran Mary Poppins dan mengunjungi keluarga yang hancur di London. Dia menggunakan gaya hidupnya unik untuk membuat keluarga yang dia kunjungi menjadi lebih baik. Pada tahun 2018, Disney membuat sekuel yang disebut “Return of Mary Poppins” dengan Emily Blunt sebagai peran pemain dalam film ini.

Ketika Jane dan Michael, anak-anak dari keluarga Bank yang kaya. Mereka harus menghadapi prospek pengasuh baru dan mereka dikejutkan oleh kedatangan Mary Poppins yang luar biasa. Memulai serangkaian petualangan fantastis bersama Mary dan temannya Cockney, Bert. Keduanya berusaha mempertahankan sikap yang cerah kepada orang tua mereka.

  1. It’s a Wonderful Life (1947)

Tercengang oleh tanggung jawab keluarga dan rasa tanggung jawab terhadap komunitasnya, George Bailey muda merasa terikat pada perusahaan yang tidak pernah menariknya untuk bekerja dan hidup yang tidak pernah ia inginkan sebelumnya. Ketika dia semakin besar, dia melihat masa mudanya sebagai impian dan peluang melalui dirinya. Tanpa diketahui oleh George, semua teman dan keluarganya berdoa bahwa dia akan selamat dari masa-masa sulit itu. Dikisahkan dari sudut pandang sekelompok malaikat, dia bertemu malaikat pelindungnya Clarence ketika dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

  1. Modern Times (1936)

Siapa yang tidak kenal Charlie Chaplin. Dalam film Modern Times yang bergenre komedi keluarga ini ditulis oleh sutradara, produser, dan bahkan dibintangi oleh Chaplin sendiri. Film ini adalah ungkapan hati tentang keputusasaan bekerja dan kondisi keuangan yang dihadapi banyak orang selama Depresi Hebat. Film bisu ini  terakhir Chaplin, penuh dengan efek suara dan dibuat dengan hal berbeda yaitu orang-orang dapat berbicara.

Charlie berbalik melawan masyarakat modern, era mesin (penggunaan suara dalam film?) itu adalah  kemajuan. Pertama-tama kita melihat bagaimana dia mati-matian berusaha mengimbangi jalur produksi dengan mengencangkan baut. Dia dipilih untuk bereksperimen dengan mesin makan otomatis, tetapi karena berbagai insiden bosnya percaya bahwa dia gila, dan Charlie dikirim ke rumah sakit jiwa. Ketika dia pergi, dia dibawa untuk komunis serta mengibarkan bendera merah. Meski dia dikirim ke penjara dia dapat melarikan diri dari penjara dan tertangkap kembali.

 


Review Film The Curse of The Weeping Woman 2019

Review Film The Curse of The Weeping Woman 2019

Review Film The Curse of The Weeping Woman 2019

Hkk879. – The Curse of a Weeping Woman mengubah mitos Amerika Latin legendaris dan ini jadi hidup yang menakutkan pada film horor yang di buat oleh New Line Cinema dengan sang direktor James Wan. Film ini juga menandai debut sutradara Michael Chávez, sutradara perintis film pendek The Maiden (2016). Difilmkan di Los Angeles pada tahun 1973, film ini bercerita tentang Anna Tate-Garcia (Linda Cardellini), seorang pekerja sosial dan seorang janda yang kesepian berjuang untuk menyeimbangkan perannya sebagai orang tua dalam merawat anak dan telah kehilangan suaminya. Sebagai seorang wanita yang skeptis terhadap pertanyaan supernatural, Anna menghadapi banyak contoh imitasi hantu dan mitos dalam pekerjaannya. Wanita ini biasanya temukan kasus pidana yang selalu penuh dengan misteri. Ketika Anna dipanggil untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan pelecehan anak, dia dalam kesulitan. Bagaimana dia menghindari bencana tersebut dalam hidupnya? Anda akan temukan dalam film The Curse of The Weeping Woman 2019.

Review Film The Curse of a Weeping Woman 2019

  • Presentasi cerita yang lemah

Di awal film, penonton disuguhi adegan menegangkan dengan latar belakang “The Weeping Woman atau La Llorona”. Meskipun identitasnya akan terungkap di bagian 3/4 dari film ini. Dibuka dari pemandangan padang rumput di Meksiko 1673 dan menunjukkan keluarga yang bahagia. Urutan beralih ke pemadaman listrik, salah satu anak dari keluarga sedang mencari ibunya. Sekuel berikutnya mengundang publik ke Los Angeles pada tahun 1973, yang menjadi inti cerita. Sutradara memperkenalkan kepada penonton tentang kehidupan keluarga Anna Garcia, dari pekerjaan sehari-hari hingga kehidupan bersama anak-anak. Anna dianggap pecandu kerja yang sedih karena kematian suaminya. Keluarga Garcia akhirnya memberikan rasa integritas keluarga kepada para penonton dalam film ini.

Kutukan seorang wanita yang menangis menciptakan ketakutan akan audiensi dari kasus yang sedang dipertimbangkan oleh Anna. Emosi penonton sedikit tertipu oleh ketakutan dari sosok hantu dan orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan. Kami melihat sesuatu yang serupa di film The Conjuring (2016). Kombinasi keduanya berhasil karena sutradara ingin menunjukkan bagaimana perjuangan keluarga menghadapi teror tegang yang mereka hadapi.

Karena alur cerita film ini diambil dari legenda urban masyarakat Meksiko, para tokoh dari wilayah tersebut juga berpartisipasi dalam kutukan seorang wanita yang menangis untuk memperkuat kisah ini. Meskipun tjuannya untuk membuat takut penonton, kisah tentang asal usul La Llorona tidak cukup. Padahal film inijuga harus bisa menyajikan kisah legenda urban dengan stabilitas lebih besar. Meskipun demikian, film ini entah bagaimana terkait dengan Annabelle (2014). Sangat unik dan menarik untuk menyaksikan langsung film The Curse of The Weeping Woman 2019.

  • Karakter pemain mewakili cerita menarik

Linda Cardellini dalam peran Anna-Tate Garcia mampu memainkan peran sebagai orang tua tunggal yang peduli dengan rutinitas dan menunjukkan kepribadiannya sebagai wanita yang skeptis terhadap okultisme. Peristiwa hebat yang ia alami dalam film ini selamanya mengubah keyakinannya. Film ini juga menampilkan sosok paranormal Raphael Olvera, yang diperankan oleh Raymond Cruz. Karakter ini sangat menarik karena dapat mengangkat mitos La Lorona untuk menjadi lebih hidup, terutama dengan menghadirkan beberapa ritual dan jimat yang menjadi kepercayaan masyarakat Meksiko.

Sosok Patricia Alvarez ditampilkan oleh Patricia Velasquez, berhasil membuat penonton menggigil karena kepribadiannya yang terkutuk dan menyeramkan. Tragedi yang dialami Alvarez sebenarnya membawanya lebih dalam ke plot film ini. Karakter La Llorona yang dilakukan oleh Marisol Ramirez begitu menyeramkan di awal penampilannya. Pada pemeriksaan lebih dekat, wajah La Lorona terlihat seperti Valak. Peran Ramirez kurang terlihat karena perannya menakuti penonton lebih daripada presentasi dialog tentang asal karakter pemain tersebut.

  • Visual dan terdengar sangat menarik

Seperti karya James Van pada umumnya, film ini memiliki banyak lompatan yang dihadirkan kepada penonton. Permainan ini begitu rapi secara visual, misalnya ketika film ini menciptakan adegan menakutkan di lorong dan suasana setelah makan malam yang sangat menyeramkan. Joseph Bishara berhasil menciptakan musik yang kelam dan cukup menyeramkan bagi penonton. Komposer ini benar-benar dikenal karena karyanya dalam film-film horor. Melalui Bishara, urutan yang disajikan kepada penonton mengejutkan dan mampu memainkan emosi sangatkuat.

Jika Anda menyukai film horor, Anda dapat mengundang teman untuk menonton ini bersama dan fil The Curse of The Weeping Woman 2019 telah tayang kemarin pada tanggal 17 April 2019 di bioskop. Pastikan Anda tidak mengundang saudari atau keponakan yang belum berusia 17 tahun, karena ada banyak adegan yang terlalu menyeramkan bagi anak-anak. Anda juga wajib untuk menjadi penonton yang cerdas dan tidak bermain togel wla saat menonton film The Curse of The Weeping Woman 2019 ini. Terima kasih telah berkunjung di sini, semoga info kami bermanfaat untuk Anda.

 


Review film After 2019

Review film After 2019

Review film After 2019

Hkk879 – Film romantis sepertinya menjadi salah satu genre universal. Selain itu, sekarang ada banyak film romantis dari adaptasi Wattpad yaitu film After. Film ini terinspirasi oleh fiksi penggemar dan juga merupakan fiksi penggemar tentang Harry Styles, salah satu peserta boy band One Direction. Bercerita tentang seorang remaja bernama Tessa, mereka baru saja masuk perguruan tinggi dan perlu menyesuaikan diri dengan kampusnya. Tessa, yang tidak bersalah dan masih mencari identitas, bertemu dengan seorang pria nakal yang diam-diam jatuh cinta satu sama lain. Sebagai informasi, pada 2013 Anna Todd mulai mengerjakan seri yang terinspirasi oleh One Direction, ia terbitkan untuk Wattpad. Serial yang dia lakukan, dengan cepat menjadi popular dan bahkan mengumpulkan lebih dari satu miliar pembaca di platform.

Kemudian pada tahun 2014, Anna Todd menerima kontrak untuk buku-buku dengan Simon dan Schuster. Tak lama kemudian, ia juga menjual hak After the Movie kepada Paramount Pictures dan sutradara Jenny Gage dan skenario dari Susan McMartin. Menariknya, ini bukan tentang drama gaya remaja dan lebih mirip dengan versi bul” di FTV , tetapi tentang makna hubungan cinta dan kenakalan remaja. Anda akan disajikan dengan cerita yang mungkin Anda alami atau teman di sekitar Anda. Film ini menyegarkan sebelum perang di Avengers: Endgame (2019) tayang.

Kurang masuk akal tapi agak menawan

Setelah film dibuka dengan beberapa cerita tentang bagaimana momen-momen tertentu dalam kehidupan tampaknya mendefinisikan seseorang. Ini benar-benar klise, tetapi memang benar ada masalah dengan remaja yang mencari identitas. Seperti film romantis seperti About Time (2012), Step Up Series, Mirror Mirror (2012), dan Lucky One (2012) dengan akhir yang bahagia. Ya, mungkin beberapa pemirsa berpikir bahwa ini adalah cinta monyet, terutama karakter yang baru saja kuliah. Ada banyak gadget yang membuat orang dewasa merasa ngeri. Ungkapan bucin adalah yang tepat untuk menggambarkan karakter utama.

Inti dari film After adalah hubungan antara Tessa dan Hardin, yang dibangun dan dikembangkan dengan cara menarik. Cinta pertama bisa membosankan, terutama jika dikombinasikan dengan kerusuhan remaja. Tessa menjalani hidupnya sebagai siswa yang berbakti dan cerdas serta memiliki pria dambaan. Hardin yang hidupnya berlawanan dengannya, dan mencari tahu siapa dia sebenarnya. Dengan demikian, After juga bertindak sebagai cerita baru, ketika Tessa menemukan keinginannya sendiri dan apa yang dia inginkan dari hubungan romantis dan hidupnya. Film ini menyeimbangkan kisah romantis dengan kisah yang agak matang, meskipun lebih rentan terhadap cerita remaja.

Kurangnya dukungan pengembangan karakter

Pasangan utama, Fiennes Tiffin dan Josephine Langford sebagai Hardin dan Tessa, mabuk karena cinta remaja di FTV. Sebuah film berusia 17 tahun ke atas berhasil menggambarkan karakter utamanya, yang dengan jujur ​​menyelidiki seksualitasnya untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Film ini berusaha menambah keragaman pada cerita, berbagi minat romantis dengan teman sekamar Tessa, Steph (Khadija Red Thunder) dan Tristan (Pia Mia). Sayangnya, ia terlalu fokus pada mitra utama, sehingga ia memiliki sedikit waktu untuk pengembangan karakter tambahan.

Sementara itu, Tessa dan Hardin menjadi fokus film ini. Setelah itu, karakter lain kurang berkembang. Teks ini sedikit menderita ketika mencoba membenarkan poin plot utama. Film diputar ke arah tertentu untuk membawa Tessa dan Hardin ke dalam konflik, sementara karakter lainnya adalah penonton. Kisah cinta antara Tessa dan Hardin dieksplorasi dengan sangat erat, sehingga ada banyak close-up pada Langford dan Fyne-Tiffin, yang memungkinkan pemirsa untuk mengalami serangkaian emosi karakter dan momen keintiman.

Penilaian mendukung emosi penonton

Film romantis ini hampir tidak ada efek suara, ini tidak terlalu bagus. Sangat memalukan bahwa emosi yang ditampilkan oleh karakter itu kuat, tetapi tidak ada nada yang mendukung suasana hati. Lirik romantis yang menggambarkan suasana hati terasa baik, seperti lagu-lagu “ood for You dari Selena Gomez feat AP Rocky dan Ariana Grande Dangerous Woman. Kelebihan lain dari film ini juga terletak pada visual dengan warna-warna romantis.

Karena kekurangannya, film ini Gage melakukan pekerjaan dengan baik, merangkum cerita hingga 1 jam 46 menit. Sebuah kisah tentang hubungan cinta yang memberi pelajaran, tentang karakter Tessa untuk  membuat pilihan demi identitas, dan kemandirian. Sementara pada kenakalan remaja, Gage dan McMartin menemukan kisah cinta pertama yang jujur ​​dan “ebih sehat. Film ini adalah tampilan jujur ​​pada cinta pertama dan kebangkitan seksual seorang wanita muda. Film ini dapat menyegarkan karena menawarkan novelnya juga menarik. Film ini telah dirilis di bioskop sejak 16 April 2019. Film ini adalah film dewasa untuk usia 17 tahun ke atas. Setiap orang pasti punya cerita di film-film romantis. Ya, bahkan lebih, pembuat film lebih tertarik untuk membuat film sedekat mungkin dengan nilainya bagi penonton, seperti film After ini.


Daftar Drama Korea Terbaik Untuk Orang Dewasa

Daftar Drama Korea Terbaik Untuk Orang Dewasa

Daftar Drama Korea Terbaik Untuk Orang Dewasa

Hkk879 – Drama korea selalu memberikan kesan menggembirkan terutama drama korea untuk orang dewasa. Banyak orang Indonesia yang suka akan serial drama korea sejak era 90an. Berkembangnya industry perfilman korea ini,menghadirkan banyak artis cantik dan aktor tampan sehingga semakin memanjakan para penikmat drama korea. Penyajian drama yang penuh kisah ini mulai dari romantis, cinta, kesedihan dan lainnya tersaji dalam beberapa drama korea terbaik saat ini. Jika Anda memang pecinta drama korea tentunya tidak ingin melewatkan info terupdate yang kami berikan di bawah ini.

  • A Frozen Flower

Difilmkan oleh OPUS Pictures, film ini menceritakan kisah kerajaan Goeryeo ketika ia menaklukkan kerajaan Yuan Raja Goeryeo memilih anak muda dan menjadikan mereka pengawal raja seperti Kunryongwe. Ketika Komandan Kunryongwe hidup bebas di sitana, Kunryongwe menjadi sangat dekat dengan Raja. Begitu dekat, mereka bahkan tinggal di kamar. Raja ini adalah seorang gay, yang kemudian menarik pengawalnya untuk menjadi gay juga.

Bahkan, sejak raja muda memiliki permainsuri dari negara Yuan. Selama bertahun-tahun, masalah kurangnya penerus menjadi peluang bagi Yuan untuk memeras kerajaan Goeryeo. Mereka meminta untuk menggantikan raja karena tidak ada penerus kerajaan. Permainsuri, yang sejak awal merasa kesepian dan cemburu pada Hongrim, tidak tahan jika raja harus turun tahta. Dia meminta raja untuk mencoba lebih banyak. Tetapi raja-raja yang memiliki orientasi seksual lain, tentu saja tidak dapat mengabulkannya.  Bagiamana kelanjutan kisahnya? Dapat Anda tonton dalam serial drama A Frozen Flower sekarang.

  • The Concubine

Film bersejarah atau kerajaan ini, diambil pada masa Dinasti Joseon, difokuskan di sekitar Hwa-yeon (Jo Yeo-jong), yang menjadi selir kerajaan terlepas dari keinginan Kwon-yoo (Kim Min-joon), seorang pria yang terbagi antara cinta dan pembalasan dengan sang pangeran Sung-won (Kim Dong-wook) yang cintanya hanya untuk Hwa-yoen, meskipun banyak wanita yang tak terhitung jumlahnya tersedia baginya. Ketiga karakter ini membentuk cinta segitiga, yang dipengaruhi oleh hasrat berbahaya. Perjuangan untuk bertahan hidup dalam aturan dan batasan ketat istana sangat kuat, dan hanya mereka yang cukup kuat untuk mengatasi lingkungan seperti neraka untuk bisa bertahan. Film ini bercerita tentang segitiga cinta tragis antara Hwa-Yeon (Cho Yeo-Jeong), cinta sejatinya untuk Kwon-Yoo (Kim Min-Jun) dan pria yang akan menjadi raja (Kim Dong-Wook). Bagaimana akhir dari kisah cinta segitiga ini, Anda dapat temukan saat menonto serial drama korea terbaik ini nanti.

Daftar drama Korea terbaik untuk orang dewasa

  • The Treacherous

Pangeran Yonsan (diperankan Kim Kang Woo) menjadi gila ketika dia membunuh orang yang bertanggung jawab atas kematian ibunya. Dia menunjuk ke teman lamanya Im Soong Jae (diperankan Ju Ji Hoon) dan ayahnya untuk menjadi punggawa. Mereka kemudian kumpulkan wanita cantik dari seluruh penjuru negeri untuk kesenangan Pangeran Yeonsan. Para wanita terlepas dari status perkawinan atau status sosial mereka menyebabkan kemarahan yang meluas. Dan Hee (diperankan Lim Ji Yoen) adalah wanita cantik, tapi dia adalah tukang daging dari kelas bawah. Dia menyelamatkan Im Soong-Jae dari bahaya, dan kemudian memohon padanya untuk membawanya ke istana. Im Soong-Jae menolak karena alasan pribadi. Nah untuk Anda yang ingin menlajutkan ceritanya langsung saja tonton drama korea The Treacherous sekarang.

  • The Handmaiden

Film ini dibuat pada tahun 1930, bercerita tentang seorang lelaki penipu yang sempurna bernama Fujiwara (Ha Jung Woo) yang merekrut wanita muda bernama Sook Hee (Kim Tae Ri) yang bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah Jepang di mana seorang wanita kaya yang mewarisi banyak peninggalan dari Hideko (Kim Min Hee). Sook Hee dilatih untuk mendekati Hideko, sehingga Hideko bisa jatuh cinta pada Fujiwara, dan Fujiwara bisa mendapatkan semua kekayaannya. Namun, ketika Sook Hee menjadi pelayan Hideko, Sook Hee melihat Hideko sebagai wanita yang sangat polos dan cantik. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Jika Anda tidak ingin penasaran langsung saja tonton The Handmaiden.

  • A Muse

Lee Jeok-yo (Park Hae-il) merupakan penyair nasional yang sangat dihormati pada tahun 70’an. Asisten Thirtysomething Seo Ji-Woo (Kim Mu-Yeol) baru-baru ini menerbitkan buku pertamanya, digambarkan sebagai sebuah novel bergenre psikologis, dan itu diambil di bagian atas daftar buku terlaris. Hanya setelah itu akan menjadi jelas berapa biaya pemenang penyair Domino. Menemukan seorang gadis sekolah menengah muda Eun-gyo (Kim Go-eun), tidur di kursi di teras. Jeok-yo langsung memikat hati, dan bukannya menghukumnya. Namun dia setuju untuk memberinya pekerjaan paruh waktu membersihkan rumah. Ketika Jeok-yo menghabiskan lebih banyak waktu di perusahaan milik Eun-gyo, perasaan lama mulai hilang dalam dirinya, dan kegembiraannya haus akan kehidupan, kesenangan, dan kehangatan yang tulus terhadapnya. Untuk melanjutkan kisah cerita ini Anda dapat tonton langsung serial drama kora A Muse.

 


Review Film Yowis Ben 2

Review Film Yowis Ben 2

Hkk879 – Film Yowis Ben 2 telah meramaikan industri perfilman Indonesia pada tanggal 14 Maret 2019 yang lalu. Mengapa film ini kembali dibuat karena film Yowis Ben (2018) disambut baik oleh publik dan mendapatkan sambutan yang cukup hangat termasuk dikalangan anak muda indonesia. Perjalanan hidup anak-anak band kelahiran kota malang yang dihadapkan dengan wajah anak-anak Jawa kembali mengisi serangkaian film ini. Kisah ini dimulai setahun setelah film pertama, di mana anak-anak Yowis Ben sudah bersiap untuk menyelesaikan masa sekolahnya. Mereka bersama melakukan perjalanan melalui bebrapa tantangan hidup yang mendewasakan. Bayu mengalami putus cinta dengan Susan dan harus menghadapi kenaikan harga kontrak rumah yang mengancam keluarganya harus terusir.

Sayangnya, masing-masing dari grup band ini juga mengalami hal yang serupa dan mereka juga menghadapi masalahnya. Yayan memutuskan untuk menikah, otomatis harus mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya. Nando ditimpa masalah, karena keluarganya mengalami krisis sejak ayahnya memutuskan menikah kembali. Lalu, Doni yang memiliki ambisi mencari seorang pasangan hidup. Apakah mereka berhasil menyelesaikan masalahnya masing-masing dan apakah akan tetap bergabung satu sama lain? Jika Anda penasaran simak review film Yowis Ben 2 ini sampai selesai untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya seepenggal cerita-cerita yang ada dalam film ini. Kami telah mengulasnya dibawah ini, semoga bisa bermanfaat untuk Anda.

Review film Yowis Ben 2

Cameo lebih sering muncul daripada pemain utama

Anda dapat melihat salah potongan dalam film ini atau sudah melihat sepenuhnya. Ya, itu cameo  yang mendapatkan peran dalam film Yowis Ben 2 datang. Karena terlalu banyak cameo yang lebih dari pemain utamanya. Bahkan ini membuat beberapa pemain utama tenggelam dengan kehadiran cameo didalamnya. Meskipun dalam alur ceritanya telah dikembangkan, kekuatan karakter utama dalam film ini menjadi lemah. Bagian dari masing-masing pemain utama tidak menonjolkan karakternya. Seperti Bayu, awal dari permulaan lebih menonjol daripada teman-temannya, meskipun keempat anggota Yowis Ben memiliki bagian yang hebat, kisahnya menjadi jelas. Bersamaan dengan para pemeran dalam film pertama, film ini juga diramaikan oleh kedatangan Laura Theux, Anya Geraldine, Anggika Bolsterli, Devina Aureel, dan Timo Scheunemann. Cameo lainnya yaitu terdiri dari beberapa artis YouTuber, komika, Preman Pensiun, Tukang Ojek Pengkolan, Ridwan Kamil, dan Gibran Rakabuming.

Review Film Yowis Ben 2

Beberapa masalah muncul

Pada saat sinopsis, film Yowis Ben 2 memiliki cerita yang lebih kompleks daripada film pertama. Bahkan, dapat dikatakan film ini jauh lebih kesudut pandang dewasa. Konflik untuk setiap anggota band diindikasikan bahwa ada lebih banyak kebisingan. Tidak hanya itu, para pemain pendukung juga memiliki masalah dalam film ini. Hal yang baik adalah meskipun masalah Doni (Joshua Suherman) ingin memiliki seorang pacar namun publik bisa merasa dekat. Ini masih satu misi dengan Bagus Bramanti, penulis dari naskah cerita film ini yang berharap audien setia benar-benar terbawa suasana dalam film Yowis ben 2. Dua bahasa daerah ditandai sebagai salah satu kelebihan dalam film ini. Candaan khas dengan bahsa daerah dan ekspresinya konsisten di setiap momennya. Suasana Malang dan Bandung membuat publik tertarik untuk mengunjungi dua kota wisata tersebut. Dalam pembuatan film ini, Fajar Nugros dan Bayu sebagai sutradara film Yowis Ben 2 masih berkolaborasi dan memiliki warna tersendiri. Namun demikian, ada beberapa konflik yang ada dalam keputusan sulit, karena mereka dihapdakan masalah durasi waktu. Kami pastikan film yang dibuat oleh Chand Parwez Servia, memang bisa dikatakan tidak sebagus film pertama, namun tidak seburuk film drama keluarga lainnya.

Kesederhanaan kuat

Kekuatan utama dalam film Yowi Ben 2 adalah kesederhanaannya, menurut apa yang dilihat dalam film ini. Meskipun begitu sederhana seperti semangat regional, film ini bukanlah film yang bertele-tele. Terutama sesuai dengan kisah persahabatan dan keluarga serta komedi yang lebih jujur. Yowi Ben 2 lagi-lagi merupakan sebuah hasil karya film untuk semua orang yang regionalisme tidak menyampingkan asal daerah seseorang. Apalagi dengan perkembangan zaman, generasi muda tidak selalu siap menggunakan bahasa daerah. Sebuah bahasa daerah jika diabaikan maka akan dilupakan oleh generasi. Mengambil dari data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, bahwa setiap tahunnya ada bahasa daerah yang terancam punah dimakan waktu.

Tampilan visual dan audionya jernih

Sesuai dengan film pertama, warnanya jelas dan tidak kurang. Para anggota yang bekerja menggarap film ini jelas bangga, karena menunjukkan visual gambar jernih dan audo terbaik dari seluruh kisahnya. Ananta Harshawardhana sebagai sutradara penata artistik, Goenrock sebagai stylist kamera, Wawan I Wibowo sebagai editor gambar, P’Nu sebagai stylist warna. Musiknya tidak terlalu kencang. Berkat tangan para kru yang membuat suara dalam film ini terdengar harmonis. Momen yang sesuai berkat tangan Khikmawan Santosa dan Syamsurrijal sebagai penyeting suara, Hasanudin Bugo sebagai perekam suara, dan Andhika Triyadi sebagai penyeting musik.


Review Film Joker 2019

Review Film Joker 2019

Hkk879 – Setelah sekian lama, Warner Bros kini kembali. Gambar-gambar terakhir dihapus cuplikan dari film Joker. Jika penerus Jared Leto yang memerankan Joker di film Suicide Squad, Joaquin Phoenix bisa memberikan hit di trailer ini. Film ini, karya Todd Philips, menceritakan tentang asal-usul nama komedian Arthur Fleck yang membawanya menjadi teroris di Gotham. Pertama ragu, tentu saja para penggemar akhirnya melalui tindakan Phoenix yang sangat meyakinkan. Jika Anda memiliki presiden, trailer ini adalah kehidupan Arthur (Joaquin Phoenix). Di awal adegan, sang protagonis sering kali hilang oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, itu hanya dibayar  ketika dia bersama ibunya Penny Fleck (Frances Conroy).

Review Film Joker 2019

Ibunya sering menasehati, “Kamu memiliki tujuan untuk membawa tawa dan kebahagiaan ke dunia,” hidup menjadi hebat. Seringkali, ada kekerasan besar, Arthur menyebabkan kekerasan hebat dan memberi orang baru, Joker salah satu penjahat berumur pendek di alam semesta DC. Marc Maron, yang melukis sosok Ted Marco, menunjukkan Joker sebagai sumber cerita tentang seseorang yang memiliki pertempuran spiritual dan berubah menjadi Joker. Tentu saja, jika Anda dapat melihat mabuk di atas, Joaquin jelas berhasil membuat dirinya bersimpati, meskipun protagonis akhirnya akan menjadi sosok absolut di Kota Gotham.

Dengan naskah yang dibuat oleh Todd Philipps (The Hangover) dan Scott Silver (8 Mile), Joker mendukung sebuah cerita untuk mengguncang emosi penonton. Dalam sebuah wawancara MTV News, Zazie Beetz memberi joker naskah yang luar biasa. “Manuskrip (Joker) di luar harapan saya. Kami punya waktu untuk mengubah isi cerita ketika mengambil gambar. Di karavan Todd menulis adegan untuk hari itu dan kemudian memberikannya (film),” kata Beetz . The Wild Movie akan menceritakan tentang perjalanan Clown of Princess Crime dari awal. Dalam film ini, Joaquin Phoenix akan aktif sebagai Arthur Fleck, yang akhirnya menjadi musuh utama Batman. Joker akan tayang di bioskop pada 4 Oktober 2019. Kemudian diikuti oleh proyek film DC lain, Birds of Prey pada 7 Februari 2020 dan Wonder Woman 1984 pada 5 Juni 2020.

Film joker dikabakan telah selesai dibuat

Review Film Joker 2019

Beberapa foto Joaquin Phoenix yang diterangi sebagai proses pembuatan film Joker tersebar luas di media sosial. Beberapa tema adalah bahwa lokasi foto dicoba oleh Arthur Fleck alias Joker untuk mencoba lokasi kuburan tanpa mesin pagar. Namun, pemandangan di foto tersebut dapat dikaitkan dengan pusat Phoenix, kunjungan ke kuburan yang dekat. Dari kisah-kisah indah yang beredar, salah satu fokus dalam film ini adalah hubungan antara Fleck dan ibunya, Peny (Frances Conroy) yang sakit parah. Jadi, mungkin kuburan adalah tempat peristirahatan terakhir nyokap.

Film joker sudah mulai syuting sejak September. Prosedur produksi film telah diatur selama tiga bulan. Jadi, pada bulan Desember, proyek film Joker dikabarkan telah selesai di produksi. Foto-foto untuk adegan Joaquin Phoenix dan Zazie Beetz di Joker telah dilakukan. Proyek Warner Bros terbaru Ini termasuk proses produksi di New York. Di sebelah Phoenix (Arthur Fleck) dan Beetz (Sophie Dumond), film ini juga akan menghasilkan Robert De Niro (Murray Franklin), Frances Conroy (Penny), Marc Maron dan Shea Whigham. Di bawah spanduk DC Film baru yang dapat disebut DC sebagai film Joker akan dialihkan dari DCEU (DC Extended Universe). Aktor utama tidak ingin melihat apakah film ini adalah film superhero atau tidak.

“Yang saya tidak ingin mengklasifikasikan film ini dalam genre, saya tidak akan mengatakan ini adalah film superhero, atau studio film, masalahnya adalah unik yang paling penting. Todd sangat mirip dengan film ini. Sangat penasaran dan pantas mendapat kesempatan untuk menjadi pemain Joker, “kata Phoenix. Film Joker akan menceritakan tentang perjalanan Clown of Princess Crime dari awal. Dalam film ini, Joaquin Phoenix akan aktif sebagai Arthur Fleck, yang akhirnya menjadi musuh utama Batman. Phoenix akan berusaha keras untuk para aktornya karena Joker tidak akan kalah dari mantan pemeran Joker seperti Jack Nicholson, Heath Ledger dan Jared Leto.

Kisah yang akan dilakukan akan dimulai ketika kehidupan Fleck hidup sebagai komedi yang gagal. Setelah produksi di kota New York, banyak foto diambil untuk memberikan fantasi penggemar kinerja Phoenix di Joker. Sekarang, foto yang beredar menunjukkan aktor berusia 44 tahun itu di sebuah kuburan. Salah satu hal yang juga menjadi catatan adalah bahwa mesin slots cleat Joker tidak bernilai. Itu menunjukkan batu nisan Phoenix yang dikunjungi, adalah makam yang ia kenal dekat. Dari cerita naratif, salah satu fokus dalam film ini adalah hubungan antara Fleck dan ibunya Peny (Frances Conroy) yang sakit kritis, sehingga sangat mungkin bahwa kuburan adalah tempat peristirahatan terakhir ibu. Tidak bisa ditolak, banyak penggemar berharap untuk film ini. Setelah dipecat oleh aksi Jared Leto sebagai kontes bunuh diri Joker  (2016), Phoenix akan berada dalam film Joker asli yang memberikan banyak malaikat segar kepada para penggemar. Apakah Anda salah satu dari orang-orang yang meminta aksi Phoenix di Joker?


Review Film Aladin 2019

Review Film Aladin 2019

Review Film Aladin 2019

Hkk879. – Kekecewaan para penggemar yang antusias melihat film aksi langsung Aladin tak terhentikan ketika mereka melihat pandangan Will Smith pada Genie. Aneh dan jauh dari harapan, Will Smith menjadi sasaran peluru Seantero. Sekarang, Disney tampaknya membayar kekecewaan semua penggemar dengan meluncurkan trailer Aladdin pertama. Tampil menarik dan mengundang minat, gambar-gambar film Guy Ritchie berhasil mengejutkan dengan visual yang baik.

  • Gambar visual dengan efek terbaik

Gambar-gambar dimulai dengan adegan Aladdin (Mena Massoud) yang mencoba melarikan diri dari pencarian tentara nyata di tengah pasar yang ramai. Didampingi oleh Abu, Aladdin dibius oleh kecantikan Putri Jasmine (Naomi Scott). Seperti yang Anda tahu, petualangan Aladin berlanjut di gua keajaiban. Di sinilah protagonis menemukan cahaya ajaib yang mengubah hidupnya 180 derajat. Waktu untuk bertemu Aladdin dengan Genie (Will Smith) juga berhasil menarik perhatian. Tidak lagi fokus pada sosok Genie yang menipu, Disney menunjukkan kegembiraan atas tindakan Aladdin dan Genie ketika dia menari di gua yang penuh warna dan bayangan.

Diluncurkan dalam program Good Morning America, trailer film aksi langsung pertama, berhasil mengembalikan harapan para penggemar yang telah menolak. Diadaptasi dari film animasi Disney yang sukses yang dirilis pada tahun 1992, Aladdin akan menjadi salah satu dari tiga film aksi langsung yang direncanakan untuk rilis tahun ini. Selain film Dumbo yang dapat dilihat segera akhir bulan ini, Disney juga akan meluncurkan salah satu film animasi legendaris sepanjang masa the lion king pada bulan Juli.

Reaksi keras terhadap penampilan Will Smith di Aladdin

Dengan meluncurkan proyek aksi langsung yang ambisius, kami dapat memastikan bahwa setiap tahun akan ada adaptasi sinematik dari animasi Disney klasik di layar lebar. Setelah kesuksesan Beauty and the Beast, yang memperoleh pemasukan 1.200 juta dolar AS pada 2017, Disney kembali menghadirkan pertunjukan nostalgia: Dumbo, Aladdin, dan The Lion King. Presentasi pertama pada tahun 1992, film animasi Aladdin siap tiba pada bulan Mei. Salah satu aspek terpenting adalah penampilan Will Smith sebagai Genie. Mengganti simbol Robin Williams, yang merupakan suara memuaskan, penampilan pertama Smith mengundang reaksi dari Warganet.

  • Tampilan Will Smith sebagai Genie dalam Cuplikan Aladdin

Grammy Awards terbaru (11/2) menampilkan gambar-gambar terbaru dari film Aladdin. Tayangkan aksi terakhir Disney yang akan debut pada bulan Mei. Bahkan Aladdin terbaru menyajikan aspek primordial dari jenius kulit biru yang dimainkan oleh Will Smith. Penampilan ini juga menegaskan bahwa karakter jin akan sangat mirip dengan animasi. Selain respon yang kurang positif dari beberapa penggemar, produser Dan Lin bersikeras bahwa karakter Genie akan benar-benar biru dalam film. Selain Will Smith, film aksi ini dibintangi Mena Massoud, yang menciptakan Aladdin. Kemudian Naomi Scott sebagai Jasmine, Marwan Kenzari sebagai Jafar, Navid Negahban sebagai Sultan (ayah Jasmine), Nasim Pedrad sebagai teman Jasmine, Dalia dan Billy Magnussen sebagai Pangeran Anders.

Film yang disutradarai oleh Guy Ritchie berdasarkan naskah yang ditulisnya bersama John August, nantinya akan mempertahankan unsur-unsur musikal dari film klasik yang dirilis pada tahun 1992. Selama masa ini, film Aladdin telah menjadi sebuah film yang diperkirakan oleh banyak orang dari beberapa generasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa banyak yang mengharapkan aksi langsung berikutnya akan sama mengesankannya dengan film klasik. Rencananya adalah film Aladdin akan dirilis pada 24 Mei 2019. Selain film live action Aladdin, Disney juga telah merencanakan beberapa proyek lain yang akan dirilis sebagai Mulan (2020), The Lion King (2019), Dumbo (2019) dan The Little Mermaid (TBA).

Penggemar Disney memprotes pakaian Aladdin

Tidak cukup mengomentari penampilan Will Smith sebagai Genie. Penampilan Mena Massoud sebagai Aladdin juga dipengaruhi oleh protes dari penggemar Disney. Seperti yang Anda ketahui, Disney melalui Entertainment Weekly baru saja menerbitkan foto aspek pertama dari film aksi di aladdin. Foto-foto menunjukkan pandangan nyata dari karakter Genie, Aladdin, Jasmine dan Jafar. Sayangnya, ini bukan komentar yang antusias, foto meninggalkan tanda tanya dan kritik penggemar. Fans sepertinya tidak menyukai pakaian Aladdin di balik gaun itu. Masalahnya adalah jika Anda melihat versi animasi Aladdin, anak-anak muda dari Timur Tengah hanya menggunakan rompi ungu di tubuhnya. Sementara di foto pertama, Massoud tampil dengan kemeja krem ​​lengan panjang dengan garis-garis hitam.

  • Tampilan Mena Massoud di Teaser Footage of Aladdin

Bagi Anda penggemar karya Disney klasik, salah satunya adalah Aladdin. Disney baru saja merilis film tentang pembukaan versi live Aladdin pada Kamis (11/10). Sebelumnya, salah satu aktor dalam film live action, Will Smith, juga menampilkan poster resmi Aladdin melalui akun jejaring sosialnya. Dalam gambar video, Anda dapat melihat pemandangan luas gurun dan terlihat sedikit ketika Jafar dan anak buahnya berada di depan gua. Tidak hanya itu, gambar teaser juga menampilkan Mena Massoud sebagai Aladdin yang memiliki cahaya magis. Seperti yang Anda tahu, Aladdin berbicara tentang seorang pemuda miskin yang mendapat cahaya magis berisi seorang genius. Jin itu dilepaskan dari bagian dalam cahaya dan memberikan tiga permintaan kepada Aladdin sebagai tanda terima kasihnya.

 


Review Film Captain Marvel

Review Film Captain Marvel

Review Film Captain Marvel

Hkk879. – Film Captain Marvel telah mengguncang bioskop pada tanggal 6 Maret 2019 dan mungkin Anda belum menontonnya atau menyimak review Film Captain Marvel. Film ini dimainkan oleh Anna Boden dan Ryan Fleck, dan film superhero pertama tentang seorang gadis, tampaknya menghubungkan beberapa MCU. Sang pahlawan super juga akan kembali dalam film The Avengers: The Endgame. Kata Carol Danvers (Brie Larson), yang memiliki kemampuan supernormal karena kecelakaan besar. Nasib juga mengubahnya menjadi senjata mematikan bangsa Cree. Nasib juga yang membawanya bersama Nick Fury untuk mencari tahu asal usulnya di Bumi. Karena kekuatannya yang hampir tidak terbatas, ada bahaya yang sebenarnya disembunyikan. Kekuatannya tampaknya menjadi harapan para pahlawan super lainnya di masa depan. Lalu apa yang membawa Carol ke Bumi dan di mana Capten Marvel?

  • Review Film Captain Marvel

Plot percaya diri, meski kurang mengesankan

Diakui, pengenalan Carol Danvers ke dalam film berdurasi 128 menit ini memiliki premis dasar tentang Bumi keberadaan makhluk dari daerah galaksi yang jauh. Film ini sepertinya menggemakan Thor atau Superman. Menariknya, cerita itu mungkin tampak percaya diri ketika banyak yang tidak mengetahuinya. Film ini, berdasarkan buku komik Kelly Sue “DeConnik,” telah membombardir kisahnya dalam 30 menit terakhir, meskipun ada serangkaian aksi yang kurang menarik. Ya, sisanya adalah drama serius dengan komedi, yang tidak sebanyak film Marvel lainnya. Untungnya, kekuatan cerita yang ditampilkan tetap tidak berubah, meskipun kurang mudah diingat.

Jelas, sutradara tidak perlu menceritakan segalanya tentang Carol Danvers di masa kecil. Banyak adegan kenangan yang benar-benar menjadi aliran antar adegan di MCU. Sayangnya, kekuatan dari kisah yang kurang berkesan ini adalah apa yang membuat penggemar menonton film. Pintar, Marvel memberikan perpaduan yang baik untuk film The Avengers: The Endgame. Selain kelemahan dan masalah SJW, film ini seperti pertunjukan superhero Marvel yang masih berbasis. Film Captain Marvel juga memiliki potensi untuk masa depan MCU, jika lebih kuat dalam pengembangan karakternya.

Jika bukan Brie Larson tidak mungkin tercipta

Kehadiran Brie Larson di MCU tampaknya “membelenggu” aktris tersebut sebagai Carol Danvers. Wajahnya yang keras dan menarik mungkin menyebabkan pemirsa salah fokus, kesan itu mirip dengan bagaimana Gal Gadot cocok untuk wanita luar biasa. Hal-hal yang tidak bisa Anda perhatikan, terlepas dari keterampilan dan keberanian adalah perasaan yang dia bawa ke pertempuran. Ketika gambar gadis yang tegas diukir, adegan Carol lucu jadi merasa canggung. Untungnya, ini tidak dilakukan lagi. Alih-alih, sebuah lelucon untuk melelehkan suasana dimunculkan oleh pemain lain.

Kucing carol bernama Goose akan mengendalikan adegan yang membuat Anda berkedut. Berkat kehadiran Nick Fury dan Phil Coulson muda, para penonton bisa merasa sedikit nostalgia tentang chemistry mereka. Dalam film “Captain Marvel” Anda tidak akan melihat Nick Fury, yang tegas dan tidak termaafkan. Bahkan, Samuel L. Jackson tampaknya mampu mencairkan suasana, sangat mirip dengan karakternya seperti Darius Kincaid dalam “The Hitman’s Bodyguard” (2017). Dibintangi oleh Ben Mendelsohn sebagai Talos, Jude Law sebagai Jon-Rogg, Annette Bening sebagai Mind Tinggi, Lashana Lynch sebagai Maria Rambo dan Jemma Chan sebagai Minn-Herva. Kemudian lagi Jimon Khonsu sebagai Korat dan Lee Pace sebagai Ronan. Karena sifatnya, Marvel tidak selalu mengekspos antagonis pada kejahatan, dan karakter utama melakukan yang baik. Marvel kembali membuka mata untuk percaya melalui karakter film ini.

Gaya retro menarik perhatian

Bukan hanya karena gaya rambut Carol Danvers, pakaian dan tempat-tempat di latar belakang film menciptakan suasana retro. Nuansa tahun 90-an lebih menyenangkan daripada musik yang dimainkan. Beberapa adegan menyerupai film Guardians of the Galaxy. Ketika pahlawan beraksi, musik jadul muncul yang mengiringinya.Efek visual yang mengagumkan tidak perlu lagi ditanyakan. Elemen ini adalah salah satu keunggulan dari Marvel Studios dan film kolaborasi Disney. Buktinya adalah Anda dapat melihat penghargaannya, yang menunjukkan bahwa banyak nama di balik efek visual bagus dari film ini. Sentuhan fiksi ilmiah juga menambah kekayaan film ini.

Menonton tanpa harapan tinggi

Sesuai dengan hype, film Captain Marvel tidak sebesar film The Avengers: Infinity War (2018). Jadi, bahkan sebelum menonton, Anda tidak perlu menetapkan harapan tinggi. Tonton sebagai film baru, di mana Anda tidak akan pernah belajar tentang karakter dan cerita. Intro di awal film juga menjadi lebih berharga. Ada koleksi adegan cameo Stan Lee yang menyentuh dan membentuk logo Marvel. Seperti disebutkan sebelumnya, film ini memiliki kisah hebat tetapi eksekusinya tidak ada. Beberapa item dibuat dengan cepat dan tidak terlalu emosional.

Ada banyak kejutan dalam ceritanya, terutama ketika Carol mendapatkan kekuatan. Terlepas dari kenyataan bahwa itu tidak menyenangkan, film ini menunjukkan dirinya sebagai film pertama tentang Marvel superhero perempuan dan pesan tentang pemberdayaan perempuan. Semoga, film Captain Marvel akan menjadi gerbang pembuka untuk film solo wanita lainnya.

 


Review Film Swing Kids

Review Film Swing Kids

Review Film Swing Kids

Hkk879. – Review film Swing Kids Salah satu member boyband terkenal di Korea Selatan, EXO Do Kyung-Soo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung D.O kembali menghibur di dunia akting dengan membintangi film berjudul Swing Kids. Di awal tahun 2019 ini, Swing Kids hadir dengan memberikan warna baru di dunia perfilman. Film ini memberikan keunikan tersendiri karena diadaptasi dari sebuah drama musikal asal Korea yang ditulis oleh Jang Woo Sung dengan judul “Rho Ki-Soo”. Dengan mengusung genre tari yang dipadukan dengan drama anti perang di masa memanasnya perseteruan antara Korea Selatan dan Korea Utara . Di negara asalnya sendiri film ini dirilis pada tanggal 19 Desember 2018 untuk menyambut natal. Tetapi di bioskop Indonesia dirilis pada 9 Januari 2019. Berikut akan kami ulas review film Swing Kids.

Pembukaan yang menarik sudah disajikan di awal film. Film ini berlatar di sebuah kamp penjara yang berada di kota Geoje dimana kamp ini menjadi repratiasi (pemulangan kembali warga  negara yang dianggap pemberontak ke negara asal) para tentara komunis Korea Utara yang menjadi tawanan tentara Amerika Serikat yang bersekutu dengan Korea Selatan pada tahun 1951. Peperangan yang melibatkan dua negara ini tidak hanya bertarung secara fisik, tetapi juga berperang dalam hal ideologi.  Peperangan ideologi ini menimbulkan segregasi antara dua negara tersebut memanas.

 

Dalam review film Swing Kids, Brigjen Roberts yang diperankan oleh Ross Kettle adalah jenderal Angkatan Darat AS yang ambisius dan juga pemimpin di kamp ini. Dia berinisiatif memberikan pertunjukan hiburan bagi  media yang akan berkunjung di hari natal nanti, demi membersihkan nama program repatriasi yang sering kali dianggap negatif dan juga untuk menciptakan suasana kamp jadi lebih ceria yang bukan hanya sekedar tempat untuk tahanan perang. Brigjen Roberts menyuruh bawahannya yaitu Sersan M. Jackson yang diperankan oleh Jared Grimes yang juga seorang mantan penari tap handal agar para tahanan membentuk kelompok tari yang akan tampil di pertunjukan nanti. Apabila mereka sukses memberikan pertunjukan yang luar biasa mereka akan dijanjikan untuk keliling banyak negara.

Jackson pun mengadakan audisi untuk seluruh penghuni camp. Setelah mengadakan audisi akhirnya tepilihlah seorang tahanan Korea Utara yaitu Rho Ki-Soo yang menyukai tarian, Yang Pan Rae yang diperankan oleh Park Hye- So seorang penerjemah perempuan yang ingin mendapatkan uang yang berasal dari sebuah desa di Pulau Geoje, Kang Byung-Sam yang diperankan oleh Oh Jeong-Se seorang tawanan yang berharap dapat menemukan istrinya jika bergabung dalam grup tari, dan seorang pria Tiongkok yang bertubuh tambun Xiao Fang yang diperankan oleh Kim Min-Ho yang ingin menari agar bisa kurus juga berhasil menarik perhatian Jackson. Dengan alasan berbeda-beda ini akhirnya terbentuklah grup tari tap ini.

Dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda-beda ternyata bukan hal yang mudah untuk menyatukan grup tari ini. Perdebatan-perdebatan kecil pun sering muncul diantara mereka. Awalnya sersan Jackson di dalam review film ini meragukan apakah orang Asia dapat menari dengan baik. Ki-Soo sendiri meski bergabung dengan grup, dia harus sembunyi-sembunyi dari kompatriotnya. Disaat Ki-soo sedang giat berlatih dan hari natal yang semakin dekat, dia dikejutkan dengan kedatangan kakaknya, Rho Ki-Jin. Kehadiran kakaknya membuat semangat para tawanan Korea Utara dalam rencana melawan tentara AS secara gerilya. Rencana ini pun digencarkan secara rahasia. Mau tidak mau Ki-Soo harus ikut terlibat di dalamnya.

Film yang berdurasi 133 menit ini merupakan film Poker Online yang cukup ringan untuk dinikmati. Tap dance yang memang adalah hal utama yang akan ditonjolkan di sepanjang film. Para pemain mempu membuat penonton terpukau dengan kelihaian menari mereka. Terlebih lagi sang tokoh utama yang diperankan oleh Do Kyung Soo, yang mampu membuat penonton terpukau dengan aksi tap dancing yang dilakukannya disepanjang film. Kyung Soo yang terkenal sebagai idol K-pop mampu keluar dari zona nyamannya yang memang seorang idol dengan tarian modern dan berganti dengan gerakan tap dancing. Setiap gerakannya nyaris sempurna. Sehingga membuat penonton seperti menyaksikan drama musikal.

Dua poin terbaik dalam review film ini adalah tarian dan musik. Kang Hyeong-Cheol, sang sutradara mampu membuat koreografi tap dance yang gayanya monoton dikreasikan dengan atraktif dan baik. Pilihan lagu yang baik pun membuat mood penonton ikut mengetukan kakinya mengikuti irama. Sinematografi sangat baik karya Kim Ji-yong yang mampu menangkap gerakan demi gerakan tari yang seringkali berdurasi panjang.

Sisi gelap suasana pasca perang dan keceriaan tari dalam film ini berpadu dengan seimbang. Terdapat banyak pesan anti perang yang disampaikan secara lugas, seperti penggambaran hal negatif akibat perang, perbedaan ideologis pemicu perang, dan lain sebagainya.

Nah, sekian review film Swing Kids. Bagi kalian yang menyukai film dengan genre drama musikal, film ini wajib kalian tonton. Terlebih untuk EXO-L.